"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2_JJZLbHKi_SptZ1mMkk_GId3SJLgEgaZFwGsBOFiF01fjRrHlmpnf1Cf74qy1qj_TqwpEgtQtvh8345kwXqSb9D_mAuicnT8GM18-9mPp80xA3vtQG9YiUpAkSVslzEk0GtvWq3ixZc/s1600/IMG_20190907_094245_204.jpg"

Selasa, 26 Mei 2020

BEKAM PANGGILAN CIKAMPEK 085881174792 Waktu Yang Baik Untuk Berbekam Di Lihat Dari Hari, Tanggal, Bulan Atau Tahun Hari Yang Baik Untuk Berbekam Hari Yang Baik Untuk Berbekam adalah Hari Kamis, Senin dan Selasa sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah SAW didalam haditsnya : Dari Abu Hurairah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa berbekam pada hari Rabu atau hari Sabtu, lalu tertimpawadhah (cahaya dan warna putih, lepra), maka hendaklah dia tidak menyalahkan, melainkan dirinya sendiri’.” (KitabKasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388)) Dalam hadits lain juga disebutkan : Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya dia melakukannya pada hari Kamis dengan menyebut nama Allah SWT. Hindarilah berbekam pada hari Jumat dan hari Sabtu serta hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena Rabu merupakan hari dimana nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit kusta dan lepra, kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu. (Shahih Sunan Ibnu Majah, II/261, karya Imam al-Albani) Tanggal Yang Baik Untuk Berbekam Tanggal Yang Baik Untuk Berbekam adalah tanggal 15, 17, 19, dan 21 bulan Hijriyah (Bulan Islam) Sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits berikut ini : Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani) Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204)) Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “ Rasulullah SAW biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Beliau biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih) Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (KitabKasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388)) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ya’quub[9] : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Abdil-Hamiid Al-Haaritsiy[10] : Telah menceritakan kepada kami Husain bin ‘Aliy Al-Ju’fiy[11], dari Hamzah Az-Zayyaat[12], dari Abaan bin Shaalih[13], dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Berbekamlah pada tanggal 15, 17, 19, atau 21. Jangan sampai darahmu bergolak “ [Al-Amaaliy, no. 331]. Bulan Yang Baik Untuk Berbekam : Sampai saat ini saya belum menemukan keterangan yang menyebutkan bulan yang baik untuk berbekam, jadi bulan apapun merupakan bulan yang baik untuk berbekam, yang membedakan adalah hari dan tanggalnya. Tahun Yang Baik Untuk Berbekam : Begitu juga dengan tahun berbekam, Sampai saat ini saya belum menemukan keterangan yang menyebutkan tahun yang baik untuk berbekam, Jadi tahun berapa pun merupakan tahun yang baik untuk berbekam, jadi waktu yang baik untuk berbekam bukan dilihat dari bulan dan tahunnya tapi dilihat dari tanggal dan harinya. Catatan Al-Khallal berkata: “Aku diberitahu Ishmah bin Isham, dia berkata: Aku diberitahu Hambal, dia berkat: ‘Abu Abdullah Ahmad bin Hambal biasa melakukan bekam kapan pun ketika darah tidak normal dan kapan pun waktunya’." Dari beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa Nabi SAW biasa melakukan bekam ketika sakit, tanpa harus melihat kapan waktunya, tanpa harus menunggu hingga tiba waktu tertentu. Secara ilmiah dan medis, jika waktu-waktu yang ditetapkan para ulama itu merupakan waktu yang paling baik dan paling tepat untuk melakukan bekam, karena pada saat itulah darah sedang tidak normal, maka waktu datangnya sakit merupakan waktu yang paling tepat dan efektif, karena saat itulah darah sedang tidak normal. Batalkah Berbekam Ketika Sedang Berpuasa ? Inilah Jawaban Haditsnya...... Pada Bulan Ramadhan Umat Islam akan menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh, Namun bagi sebagian orang ada yang menganggap bahwa berbekam ketika sedang berpuasa bisa membatalkan puasa, akan tetapi alasan ini tidaklah memiliki dalil sama sekali, karena Rasulullah juga pernah berbekam ketika sedang puasa. Berikut dalilnya : Dari Ibnu Abbas RA, berkata: “Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang puasa.” (HR. Bukhari) Dari seseorang, dia bercerita, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak batal puasa orang yang muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam’.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, sanad hasan oleh al-Albani) Oleh karena itu bagi masyarakat yang ingin berbekam janganlah ragu karena telah ada dalil yang menegaskan bahwa berbekam tidak membatalkan puasa. Justru berbekam dalam keadaan perut kosong lebih baik daripada dalam keadaan perut kenyang. Karena dalam keadaan perut kenyang peredaran darah akan terfokus ke perut sehingga jika titik bekamnya dibagian punggung dapat menyebabkan darah yang dikeluarkan dibagian punggung tersebut menjadi berkurang. Sebagaimana disebutkan dalam Hadits : Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya dia melakukannya pada hari Kamis dengan menyebut nama Allah SWT. Hindarilah berbekam pada hari Jumat dan hari Sabtu serta hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena Rabu merupakan hari dimana nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit kusta dan lepra, kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, II/261, karya Imam al-Albani) Dalam Hadits lain juga disebutkan : Berbekam sebelum makan pagi sangat baik, karena padanya terdapat obat dan barakah, dapat menambah kecerdasan dan hapalan. Menambah hapalan seorang penghapal....” [lihat : Ash-Shahiihah no. 766]. Titik Sunnah Bekam Titik Sunnah bekam adalah titik dimana Rasulullah SAW Pernah Berbekam / Perkataan beliau yang menunjukkan titik dimana harus berbekam. Beberapa titik sunnah tersebut adalah : Ummu Mughits / Ubun-ubun / Kepala Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram karena rasa sakit yang beliau rasakan di kepalanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187)) Dari Abdullah bin Buhainah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW berbekam di bagian tengah kepalanya sedang beliau tengah berihram karena pusing yang beliau rasakan.” (HR. Bukhari) Dari Ibnu Umar RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam di kepalanya dan menyebutnya dengan Ummu Mughits.” (Kitabal-Fawaaid, dinilai hasan oleh al-Albani) Kahil / Punggung Dalam hadis Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi, dari Anas: “Bahwa Nabi shallAllaah ‘alayhi wa sallam berbekam tiga kali bekaman di akhda’ain dan Kahil” Akhda’aian (dua akhda’) adalah dua urat di samping kanan dan kiri leher, sedangkan kahil adalah titik di antara kedua bahu, agak menonjol, di bagian paling atas punggung yang bersambung dengan leher. Titik ini di bawah cervical 7 yaitu tulang yang paling menonjol di punuk. Manfaat : Hipertensi, Pilek, asthma bronchial, muntah-muntah, selesma kronis, malaria, demam, TBC, influenza, epilepsi, kekakuan leher, kedutan pada punggung dan lengan atas, pusing, dan penyakit dalam tulang belakang leher, Mimisan / epistaksis, Stroke dll. Katifain / Dibahu Kanan dan Kiri Dari Abu Kabsyah al-‘Anmari RA: “Rasulullah SAW pernah dibekam bagian tengah kepalanya dan diantara kedua pundaknya. Dan Beliau bersabda: ‘Barangsiapa mengalirkan darah ini, maka tidak akan mudharat baginya untuk mengobati sesuatu dengan sesuatu’.” (Shahih Sunan Abu Dawud (no. 3268), lihat juga kitabJaami’ul Ushuul(VII/541) Dalam hadis Abu Kabsyah Al-Anmari, ia berkata:“Rasuulullaah ShallAllaah ‘alayhi wa sallam berbekam di titik haamah dan titik di antara kedua bahunya. Beliau bersabda: “Barangsiapa telah mengalirkan sebagian darah ini (berbekam), maka tidak akan terkena bahaya andai ia tidak berobat dengan pengobatan apapun disebabkan penyakit apapun.’ (H.R. Ibnu Majah, Baihaqi, dan Abu Dawud). Haamah adalah titik di kepala. Ada yang mengatakan di puncak dan tengah kepala. Akhdain / Urat Merih Leher Kanan dan Kiri Dalam hadis Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi, dari Anas: “Bahwa Nabi shallAllaah ‘alayhi wa sallam berbekam tiga kali bekaman di akhda’ain dan Kahil” Akhda’aian (dua akhda’) adalah dua urat di samping kanan dan kiri leher, sedangkan kahil adalah titik di antara kedua bahu, agak menonjol, di bagian paling atas punggung yang bersambung dengan leher. Titik ini di bawah cervical 7 yaitu tulang yang paling menonjol di punuk. Dari Anas bin Malik RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih (vena jugularis/jugular vein) dan punggung bagian atas.” (HR. Abu Dawus, dishahihkan oleh al-Albani) Manfaat : malaria, demam, TBC, Pilek, influenza, asthma bronchial, epilepsi, kekakuan leher, muntah-muntah, kedutan pada punggung dan lengan atas, pusing, selesma kronis, dan penyakit dalam tulang belakang leher. Hipertensi, Mimisan / epistaksis, Stroke dll. Alawarik / Pinggang / Pinggul Kiri Dan Kanan Dari Jabir, bahwa Nabi shallAllaah ‘alayhi wa sallam berbekam di pinggulnya disebabkan oleh wats’ (luka memar).”Wats’ adalah rasa sakit pada daging yang tidak sampai ke tulang atau rasa sakit pada tulang yang tidak disertai keretakan yang kita biasa sebut sebagai memar. Manfaat : kolik ginjal, diare kronis, kuping berbunyi, beser mani, ngompol, impotent, keputihan hipersex, , kencing darah pada batu ginjal, sering kencing, urine sedikit, susah tidur bersifat lemah, , haid tidak teratur, mata kabur karena Yin Ginjal kurang. Punggung kaki kanan dan kiri Dari Anas RA, berkata: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram di bagian punggung kaki beliau karena rasa sakit yang ada padanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187)) Dari Qatadah, dari Anas bahwa Rasuulullaah ShallAllaah ‘alayhi wasallam berbekam ketika ihram, di punggung telapak kaki disebabkan oleh memar. (H.R. Nasai). Titik yang terasa sakit karena terkilir atau tersandung Dari Jabir RA, dia bercerita: “Sesungguhnya Nabi SAW jatuh dari kuda beliau dan menimpa batang pohon, sehingga kaki beliau patah. Waki’ RA berkata: ’Sesungguhnya Nabi SAW berbekam di bagian kaki yang terkilir’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya al-Albani ) Dari Jabir RA: “Nabi SAW pernah berbekam karena kakinya tersandung/terkilir.” (Shahih Ibnu Khuzaimah) Rongga Tengkuk Disebutkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitabath-Thibbun Nabawi, sebuah haditsmarfu’: “Kalian harus berbekam dijauzatil qamahduwah (rongga tengkuk), karena sesungguhnya ia dapat menyembuhkan dari 5 penyakit.” Beliau menyebutkan diantaranya adalah kusta. Dalam perkembangan ilmu bekam, selain titik sunah di atas telah ditemukan lagi titik-titik bekam sesuai dengan jenis penyakitnya, walaupun ada sedikit perbedaan diantara para ahli mengenai tempat titik bekam untuk pengobatan jenis penyakit tertentu. Wallaahu 'Alam. Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat, Jika ada tanggapan atau pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini, terimakasih barakallaahu fikum.....Amien.. Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Kami Melayani Berbagai Terapi Khusus Wanita Untuk Wilayah Kota Cianjur Dan Sekitarnya Diantaranya : Ruqyah Syar'iyyah Bekam / Hijamah Gurah Hidung Gurah Mata Reflexy Pijat Tradisional Yumeiho Hubungi :





BEKAM PANGGILAN CIKAMPEK





https://pariwisataku.com › 7-tempat-... 7 Tempat Wisata di Cikampek Yang Paling Populer - Pariwisataku


Hasil Telusur Tempat populer di Cikampek Peta rekomendasi aktivitas di Cikampek. Situ Kamojing 4,1 (112) Danau Planet Waterbooom Cikampek 4 (499) Taman Rekreasi Air Danau Cipule 4 (361) Cagar Alam Kawasan Industri Kota Bukit Indah 4,4 (37) Poin menarik Pohon Miring 4,2 (51) Taman Hiburan Taman Air Mancur Welas Asih 4,1 (14) Tujuan Wisata Lihat lainnya Tempat populer lainnya Imagehttps://tempatwisataunik.com › temp... Hasil web 9 Tempat Wisata Di Cikampek Jawa Barat - TempatWisataUnik.com nama tempat wisata di Cikampek dari tempatwisataunik.com 5 Feb 2016 · 9 Tempat wisata di Cikampek, Karawang ini memang tak seperti daerah lainnya yang memiliki keindahan ... Imagehttps://www.blogafhuk.com › tempa... 10 Tempat Wisata Di Cikampek Alternative Pilihan Liburan Keluarga ... Tempat Wisata Cikampek Alternative Pilihan Liburan Keluarga Selain tempat wisata di ... di kalangan masyarakat setempat dengan nama Kebon Kembang, tempat wisata yang satu ... Tempat Wisata Cikampek 1). Alun – Alun Kota ... 2). Taman Rusa – Cikampek 4). Rimba Riset Kebon ... 5). Kolam Renang ... 6). Situ Kamojing – Cikampek 8). Pohon Miring Pancawati ... Imagehttps://wisatalengkap.com › tempat-... 27 Tempat Wisata di Karawang Terbaru yang Lagi Hits 2019 – Explore Karawang Inilah Tempat Wisata Alam, Wisata Keluarga, Wisata Anak, Wisata Sejarah, ... Alamat: Cikampek, Kerawang, Jawa Barat ... Imagehttps://pariwisataku.com › 7-tempat-... 7 Tempat Wisata di Cikampek Yang Paling Populer - Pariwisataku

0 komentar:

Posting Komentar